1  UTS-1 All About Me

The Journey So Far…

Author

Muhammad Kinan Arkansyaddad

1.1 The Player Has Entered The Game

Jika hidup adalah sebuah game… perkenalkan, ini ‘Player Character’ saya. Saat ini, saya sedang berada di ‘Level 3’ perkuliahan.

  • ‘Tutorial Stage’ (Tingkat 1 & 2) sudah lewat.
  • Difficulty-nya? Sudah bukan ‘Hard’ lagi, tetapi sudah bagai difficulty ‘Dante Must Die’ di game Devil May Cry Series.
  • NPC (Dosen) punya quest-line yang makin rumit, dan ‘EXP’ (ilmu) yang dibutuhkan untuk naik level terasa makin banyak.

1.2 Character Sheet: Kinan The Tired Student

1.2.1 Informasi Dasar

  • Title: The Tired Student
  • Main Class: Game Summoner (Game Dev)
  • Sub Class: Red Devil Loyalist (GGMU!)
  • Guild: HMIF ITB & GIM ITB
  • Origin (World): The Heart of the Mountains, Bandung
  • Level: 3 (Tingkat 3)

1.2.2 Base Stats

  • INT (Intellect): 15 (Cukup untuk coding, tapi butuh potion ‘Kopi’)
  • DEX (Dexterity): 10 (Kecepatan ngetik di keyboard)
  • STA (Stamina): 7 (Debuff ‘Begadang’ kronis)
  • SOC (Social): 10 (Dapat buff setelah join ‘Guild’)
  • LUK (Luck): 8 (Apa itu Bug? Maksudmu’Fitur’ yang tak disengaja?)

1.3 Job Skills: Game Summoner

Ini adalah Skill Tree utama saya, tempat saya menghabiskan sebagian besar EXP (Waktu & Usaha).

1.3.1 Active Skills (Teknikal)

  • Code Weaving (Lv. 2): Merapal script GDScript untuk menghidupkan object.
  • World Crafting (Lv. 1): Mendesain environment & level dasar di Godot Engine.
  • Bug Squashing (Lv. 2): Skill debuff untuk melacak dan membasmi bug (kadang butuh 3-4 kali cast).
  • Pixel Art (Lv. 1): Kemampuan crafting aset visual 3D.

1.3.2 Passive Skills (Konseptual)

  • Gamer's Intuition: Memahami game loop & player experience secara alami.
  • Storyteller's Mind: Selalu mencari narasi di balik sebuah mekanik.

1.4 Sub-Job Skills: Red Devil Loyalist

Meskipun fokus utama saya crafting, ‘jiwa’ saya juga ada di lapangan hijau. Ini adalah skill tree sekunder saya.

  • Tactical Analysis (Passive): Kemampuan menganalisis formasi, strategi, dan meta (di Football Manager dan FIFA(FC)).
  • Chant of Allegiance (Active): Skill buff moral. Aktif saat nonton bareng. Memberi support pada tim meski sedang kalah 0-2 di menit 80.
  • Historical Knowledge (Passive): Mengingat lore (sejarah) Manchester United lebih baik daripada lore mata kuliah.
  • Resilience (Trait): Trait unik yang didapat dari Sub-Class ini. Sudah terbiasa dengan ‘Harapan Palsu’ dan ‘Epic Comeback’. Sangat berguna saat project game berkali-kali crash.

1.5 Equipment & Traits

Sebuah character tidak lengkap tanpa gear dan traits unik.

1.5.1 Current Equipment

  • Main Hand: The Grimoire of Code (Lenovo Ideapad Gaming 3i)
  • Off-Hand: Rhythm Controllers (Noir N1 Pro)
  • Helm: Focus Charm (Kinera Wyvern (IEM))
  • Armor: Jersey 'Setan Merah' (Memberi +5 WLP saat dipakai coding)

1.5.2 Unique Traits (Sifat)

  • ‘Dual Focus’: Mampu beralih context antara menganalisis bug di kode dan menganalisis blunder di lini pertahanan.
  • ‘Process Enjoyer’: Memahami bahwa ‘The Rebuild’ (baik di tim atau di project) adalah bagian dari journey yang panjang.
  • ‘Creative Spark’: Ketertarikan pada bidang lain (sepak bola, Pop Culture) sering memberi ide tak terduga untuk mekanik game.

1.6 Backstory: The Tutorial Years

Setiap ‘player’ punya ‘origin story’. Cerita saya dimulai bukan dengan takdir hebat, tapi di sebuah kota kecil berkabut bernama Inaba.

Itu terjadi di puncak era sekolah online. Dunia nyata terasa offline, terisolasi, dan abu-abu. Lalu saya ‘jatuh’ ke dunia TV dalam Persona 4 Golden.

Itu bukan sekadar ‘main’. Itu adalah ‘hidup’. Saya menghabiskan 70+ jam dalam 5 hari. Sampai saat ini, itu adalah game terbaik yang pernah saya mainkan.


1.7 Backstory: Reaching Out To The Truth

Di saat dunia nyata ‘terjeda’, Persona 4 Golden memberi saya ‘rutinitas’. Saya bersekolah, membangun pertemanan (Social Links), dan melawan ‘monster’.

Quest saya pun berubah. Bukan lagi “Bagaimana cara benda ini bekerja?” tapi…

“Siapa diri saya yang sebenarnya, dan siapa orang-orang yang berarti bagi saya?”


Wawasan (Insight): P4G punya satu pesan inti: Kekuatan sejati datang dari menerima ‘Shadow Self’ kita—bagian dari diri kita yang kita benci, sembunyikan, atau takuti—dan membangun ikatan tulus (Bonds) dengan orang lain.

1.8 Backstory: The Path to ‘The Creator’

Saya bermain game tentang koneksi manusia yang mendalam, justru di saat saya paling terisolasi dari dunia nyata.

Persona 4 Golden adalah ‘Tutorial’ sempurna untuk perjalanan menuju kuliah: 1. Ia mengajarkan saya bahwa masa transisi (pindah sekolah/kuliah) adalah tentang keberanian menghadapi ‘Shadow’ kita (rasa takut, imposter syndrome). 2. Ia membuktikan bahwa ‘Stats’ (nilai) tidak ada artinya tanpa ‘Social Links’ (pertemanan dan jaringan).

Saya tidak hanya menyelesaikan game itu. Saya ‘hidup’ di dalamnya.

Dan saya sadar, saya bukan cuma mau jadi ‘Player’. Saya mau jadi ‘Creator’. Saya ingin membuat ‘dunia’ yang bisa memberi orang lain ‘ikatan’ dan ‘makna’ sekuat yang saya rasakan di Inaba.

Itulah ‘Class’ Teknik Informatika (Game Development) yang saya pilih.


1.9 Main Quest: The Fog of War

Di Level 1 dan 2, Main Quest Log saya jelas: “Selesaikan Kelas A,” “Lulus Ujian B.” Jalurnya lurus, seperti tutorial level yang memegang tangan kita.

Sekarang di Level 3, semuanya berubah.

Map dunia tiba-tiba terbuka lebar. Fog of War (kabut) menutupi sebagian besar quest area bernama ‘Masa Depan’. Quest marker tidak lagi menunjuk ke satu titik, tapi berkedip di mana-mana.

Main Quest saya pun di-update. Judulnya bukan lagi ‘Menaklukkan Musuh’, tapi: [SURVIVE] dan [FIND THE PATH].


1.10 Main Quest: The ‘Adulthood’ Debuff

Ini adalah quest yang paling sulit, karena boss-nya tidak terlihat. Boss-nya adalah debuff (status negatif) permanen bernama ‘Overthinking’.

Setiap malam, ada cutscene internal yang berputar: * “Ambil Job Class (spesialisasi) apa?” * “Masuk Guild (tempat magang) yang mana?” * “Bagaimana jika saya salah menaikkan Skill Tree?”

Ini adalah quest bernama ‘Menjadi Dewasa’. Pilihan saya tiba-tiba punya ‘Weight’ (bobot). Save file tidak bisa di-load ulang dengan mudah.

Wawasan (Insight): Quest ini mengajarkan saya bahwa ‘Survive’ bukan berarti ‘diam di tempat’. ‘Survive’ berarti terus berjalan maju, meski ke dalam kabut.

Objective saya sekarang adalah: Berhenti mencari ‘Walkthrough’ yang sempurna, dan mulai percaya pada character build yang sudah saya latih 2 tahun ini untuk mengambil langkah pertama.


1.11 Side Quests & ‘Mana Regen’

Sebuah ‘Player’ tidak bisa grinding 24/7.

‘Main Quest’ Level 3 itu sangat menguras ‘Stamina’ dan ‘MP’ (Mental Points). Jika saya terus-menerus grinding tanpa istirahat, saya akan terkena status effect ‘Burnout’.

Jadi, ini adalah Side Quests yang saya lakukan untuk recovery—untuk mengisi ulang ‘Mana’ saya.


1.12 Side Quest 1: ‘The Theatre of Dreams’

Ini adalah quest mingguan yang paling penting: menjalankan Sub-Job saya sebagai Red Devil Loyalist.

  • Objective: Menonton Manchester United.
  • Wawasan (Insight): Ini adalah ritual. Kadang, quest ini malah menambah stres (tergantung hasil), tapi ini adalah ‘pelarian’ yang saya pilih.
  • Reward: Ini melatih stat pasif saya yang paling penting: Resilience (Ketahanan).

Bertahun-tahun mendukung tim ini telah menempa Willpower saya. Saya jadi terbiasa dengan ‘The Rebuild’, ‘Epic Comeback’, dan ‘Harapan Palsu’.

Trait ‘Resilience’ ini sangat berguna saat project game saya crash H-1 deadline. Saya sudah terbiasa.


1.13 Side Quest 2: ‘Riset’ (a.k.a Main Game Lain)

  • Objective: Menjelajahi world lain yang sudah jadi.
  • Wawasan (Insight): Ini bukan lari dari tanggung jawab. Saya menyebutnya ‘Riset Pasar’.
  • Reward: ‘Inspiration’.

Melihat game design orang lain, mempelajari storytelling mereka, atau sekadar menikmati gameplay—semua itu memberi saya ide-ide baru.

Ini mengingatkan saya mengapa ‘Main Quest’ (Game Dev) saya sangat sepadan: karena saya ingin suatu hari nanti menciptakan ‘dunia’ yang sama berkesannya bagi orang lain.


1.14 Side Quest 3: ‘Touch Grass’

  • Objective: Keluar dari dungeon (kamar) dan bertemu ‘NPC’ di dunia nyata.
  • Wawasan (Insight): Berdiskusi dengan teman (party members) di ‘Guild Hall’ [Organisasi/Himpunan] atau sekadar nongkrong.
  • Reward: ‘Social Buff’.

Ini adalah pengingat terpenting: Quest ‘Adulthood’ ini, meskipun terasa personal dan sepi, sebenarnya adalah Massive Multiplayer Online (MMO) quest.

Saya tidak sendirian dalam grinding ini.


1.15 The Character Build (So Far)

Jadi, inilah ‘All About Me’ di Level 3.

Saya adalah seorang Game Summoner (Trainee)
…yang ‘Origin Story’-nya dibentuk oleh makna ‘Social Links’ dalam Persona 4 Golden di tengah isolasi.
…yang ‘Main Quest’-nya saat ini adalah [SURVIVE] dan menavigasi ‘Kabut’ overthinking tentang masa depan.
…dan yang ‘Mana’-nya di-regen oleh sub-job Red Devil Loyalist yang mengajarkan Resilience abadi.

Character build saya masih jauh dari ‘meta’. Masih banyak bug yang harus di-fix dan skill yang harus di-grind.